Thursday, 31 December 2015

Jenis-Jenis Mesin Absensi Sidik Jari dan Mesin Absensi Biometrik Lainnya

Mesin absensi biometrik, seperti mesin absensi sidik jari atau mesin iris mata, sangat praktis dan dapat mengenali orang dengan spesifik. Jenisnya pun ada bermacam-macam. Namun secara garis besar, mesin absensi biometrik dapat dibagi berdasarkan ciri biologis yang dipakai:

1. Mesin Absensi Wajah 

Mesin Absensi Wajah
Mesin Absensi Wajah / www.compumatictime.com
Bagaikan manusia, alat ini mengenali seseorang melalui wajahnya. Identifikasi dilakukan berdasarkan elemen-elemen yang ada pada wajah, misalnya jarak kedua mata, bentuk mata, bentuk hidung, bentuk mulut, bentuk tulang pipi, panjang rahang, dan lain-lain.

Mesin absensi wajah umumnya menggunakan kamera, sehingga wajah harus menghadap lurus ke depan dengan ekspresi datar. Alat pencatat kehadiran ini peka terhadap galat jika ada perubahan wajah. Contohnya ekspresi wajah yang mengubah raut muka, penggunaan kosmetik yang terlalu tebal, atau tumbuhnya kumis dan jenggot. Apabila wajah karyawan banyak berubah, basis data karyawan tersebut harus diperbaharui.


2. Mesin Absensi Iris

 
Mesin Absensi Iris
Mesin Absensi Iris / www.bioenabletech.com

Iris atau selaput pelangi adalah bagian mata di antara pupil dan sklera. Umumnya berwarna hitam pada ras Mongoloid, serta hijau atau biru muda pada ras Kaukasoid. Iris memiliki corak yang berbeda pada setiap orang.

Mesin ini menangkap gambar iris dengan sensor optik yang aman untuk mata. Citra iris yang diperoleh kemudian diolah, sehingga didapat parameter yang membedakan iris satu dengan yang lain. Kekurangan alat absensi ini terdapat kesulitan pada proses pemasukan data karena gangguan, seperti kedipan mata atau refleks menutup mata ketika mata terkena sinar yang terang. Selain itu, pemasangan mesin jenis ini cukup rumit, karena harus mempertimbangkan beragamnya tinggi badan para karyawan.


3. Mesin Absensi Telapak Tangan 

Mesin Absensi Telapak Tangan
Mesin Absensi Telapak Tangan / www.news.softpedia.com
Mesin ini menggunakan data garis-garis pembuluh darah atau sidik pada telapak tangan. Tingkat akurasinya sangat tinggi, sebab banyak informasi biometrik yang terdapat pada telapak tangan.

Sayangnya keuntungan tersebut juga menjadi kekurangan. Data biometrik yang banyak tersebut mengakibatkan proses identifikasi jadi memakan waktu lama. Harganya pun relatif mahal.


4. Mesin Absensi Sidik Jari

Mesin Absensi Sidik Jari
Mesin Absensi Sidik Jari / www.youtube.com
Mesin absensi jenis ini paling umum digunakan di antara mesin absensi biometrik lainnya. Alasannya karena sidik jari lebih sederhana dibandingkan wajah, telapak tangan, dan iris. Hal ini berpengaruh pada waktu pemrosesannya yang lebih singkat. Walaupun begitu, mesin absensi sidik jari tetap memiliki tingkat kesuksesan identifikasi yang cukup tinggi.

Pembagian Mesin Absensi Sidik Jari Berdasarkan Sensor 

Pembagian Mesin Absensi Sidik Jari Berdasarkan Sensor
Pembagian Mesin Absensi Sidik Jari Berdasarkan Sensor / www.karlaakins.com
Secara umum, mesin absensi sidik jari dapat dibagi berdasarkan sensor yang digunakan:
  • Sensor optik: bidang telapak jari disinari cahaya sehingga kontur sidik jari terlihat jelas. Selanjutnya garis-garis tersebut ditangkap oleh kamera untuk diproses. Sensor ini sensitif terhadap galat, sehingga kurang baik dalam mendeteksi jika tangan kotor atau layar sensor terdapat bekas sidik jari. Keuntungan mesin dengan sensor ini adalah harganya murah.
  • Sensor termal: alat ini menangkap panas yang dihasilkan oleh tubuh, terutama bagian jari. Bagian lembah sidik jari akan lebih dingin dari bagian gunung. Sensor ini dapat mendeteksi Tangan yang kotor dan terminalnya, tidak perlu sering dibersihkan. Namun sensor ini sulit mendeteksi ketika tangan basah oleh air atau keringat. Oleh karena itu, jari harus dipastikan dalam kondisi kering ketika digunakan.
  • Sensor ultrasonik: mesin ini mengarahkan getaran yang sangat tinggi pada jari, lalu sensor menangkap pantulannya. Bagian “lembah” dan “gunung” pada jari memberi pantulan yang berbeda, dan perbedaan itulah yang dimanfaatkan untuk menyusun citra sidik jari. Keunggulan alat ini dapat mendeteksi dengan baik, bahkan ketika kulit tangan terkelupas. Sayangnya harga alat ini mahal.
  • Sensor kapasitans: sensor ini mendeteksi muatan listrik dari gunung dan lembah sidik jari, kemudian menggunakannya untuk mendapat gambar sidik jari. Pembacaan sidik jari dengan sensor ini sangat detail, tapi waktu yang dibutuhkannya agak lama dan tidak bisa mendeteksi tangan yang dipengaruhi listrik statis.
Selain jenis-jenis di atas, kini perusahaan mesin absensi biometrik mengeluarkan produk yang menggunakan lebih dari satu ciri biologis. Misalnya mesin absensi sidik jari dan wajah. Gunanya untuk meningkatkan kesuksesan identifikasi. Tentu saja di balik kemudahannya, harganya juga akan jauh lebih mahal.

0 comments:

Post a Comment