Monday, 21 December 2015

Sejarah dan Perkembangan Mesin Absensi dari Masa ke Masa

Saat ini, mesin absensi karyawan tentu sudah tidak asing lagi. Banyak perusahaan yang menggunakan alat tersebut untuk meningkatkan kedisiplinan dengan mendeteksi karyawan yang sering bolos dan terlambat. Tapi tahukah Anda tentang sejarah mesin absensi? Yuk, kita cari tahu di sini.

Mesin Absen Manual

Mesin Absen Manual
Mesin Absen Manual
Awalnya, pencatatan kehadiran dilakukan secara manual. Misalnya dengan pemanggilan nama atau pembubuhan tanda tangan. Cara seperti ini sangat memakan waktu dan semakin sulit dilakukan, terutama jika jumlah pekerjanya banyak, misalnya ratusan atau ribuan orang. Hal ini menginspirasi Willard Le Grand Bundy, seorang ahli perhiasan dari Amerika, untuk membuat mesin pencatat waktu masuk kerja. Ia membuat alat tersebut pada tahun 1888 dan mematenkan ciptaannya pada tahun 1890.

Cara kerja mesin karya Bundy adalah sebagai berikut: Masing-masing pekerja memiliki kartu catatan sendiri. Setiap akan mulai kerja, pekerja memasukkan kartu miliknya ke celah yang terdapat pada mesin absensi tersebut sehingga tercetak tanggal serta waktu saat itu. Alat ini akan memberikan warna tinta yang berbeda jika pekerja datang terlambat. Willard Bundy bersama adiknya, Harlow Bundy, mendirikan Bundy Manufacturing Company dan memproduksi alat pencatat waktu tersebut secara massal.

Pada tahun 1900, perusahaan milik Bundy bersaudara bergabung dengan dua perusahaan lain menjadi International Time Recording Company (ITR). Pada tahun 1911, ITR dan beberapa perusahaan lain bersatu membentuk Computing Tabulating Recording Company (CTR). Perusahaan ini kemudian mengganti nama menjadi International Business Machines (IBM) dan memperluas jenis produk penjualan menjadi berbagai macam alat perkantoran.

Mesin Absen Digital

Mesin Absen Digital
Mesin Absen Digital
Mesin absen Bundy dapat mencatat dengan cepat, namun membutuhkan banyak tinta dan kertas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Kronos Incorporated mengembangkan alat pencatat waktu yang dihubungkan dengan mikroprosesor Z80 pada tahun 1970 dan mengenalkannya sebagai produk pada tahun 1979. Data waktu disimpan sebagai data digital.

Pada akhir abad ke-20, mesin absensi mengalami perkembangan pesat. Sebagai ganti kertas, alat ini menggunakan kata sandi, barcode, atau kartu magnetik, sehingga lebih irit dan ramah lingkungan. Rekaman absensi pun dapat disimpan secara otomatis dalam database dan dikirimkan ke komputer sehingga hasil pencatatan dapat dihitung dan diolah dengan mudah.

Mesin Absen Biometrik

Mesin Absen Biometrik
Mesin Absen Biometrik
Mesin absensi digital ternyata sangat efisien, namun sayang mesin ini rentan terhadap kecurangan. Pekerja yang datang terlambat atau tidak masuk kerja bisa saja minta tolong absen pada rekannya dengan menitipkan kartu atau memberi tahukan kata sandinya. Alasan inilah yang melatarbelakangi pembuatan mesin absensi yang dapat mengenali orang secara spesifik. Ternyata alat tersebut bukan lagi sekadar mimpi.

Pada awal abad 21, dikembangkanlah mesin absensi yang menggunakan data biometrik atau ciri biologi manusia, misalnya wajah, iris mata, suara, telapak tangan, dan sidik jari. Alat ini menggunakan sensor cahaya, sensor infra merah, sensor suara, atau sensor lainnya. Awalnya, teknologi mesin biometrik digunakan untuk menunjang keamanan dan identifikasi. Alasannya, karena ciri-ciri setiap manusia ini tidak sama antara orang yang satu dengan yang lain. Sejak diaplikasikan pada mesin absensi biometrik, pekerja tidak dapat mewakilkan catatan kehadirannya pada siapapun.

Produsen mesin absensi terus berinovasi. Saat ini teknologi alat ini terus berkembang, baik dari segi tingkat akurasian, besar data penyimpanan, maupun teknologi pengolahan data hasil pencatatan. Secara tampak luar pun mesin absensi mengalami metamorfosis yang sangat signifikan. Awalnya terbuat dari kayu, kini menggunakan bahan yang lebih ringan dan kuat, seperti plastik atau aluminium. Ukurannya pun menjadi lebih kecil serta portabel, sehingga pemasangannya jadi lebih praktis. Penampilannya juga lebih modern. Para konsumen dapat memilih sesuai kebutuhan dan anggaran.

0 comments:

Post a Comment