Wednesday, 30 December 2015

Serba-serbi Mesin Absensi: Jenis, Kelebihan, dan Kekurangan

Mesin absensi adalah alat untuk mengecek kedispilinan yang tidak asing lagi, terutama bagi para karyawan dan siswa. Namun tahukah Anda ada berbagai macam mesin absensi? Berikut ini adalah jenis, serta kelebihan dan kekurangan setiap alat pencatat kehadiran:


1. Mesin Absensi Manual 

Mesin Absensi Manual
Mesin Absensi Manual / www.aliexpress.com
Alat ini disebut sebagai mesin Bundy atau mesin absensi kartu. Cara kerjanya adalah dengan memasukkan kartu pada celah yang terdapat pada mesin, sehingga tercetak tanggal dan waktu pada saat itu. Mesin akan memberi warna tinta yang berbeda jika pekerja datang terlambat. Setiap pekerja memiliki kartu absensi sendiri, jadi bisa terlihat dengan mudah siapa saja pekerja yang sering bolos dan tidak tepat waktu.

Mesin absensi ini tidak butuh banyak listrik, tidak memiliki batas pengguna selama kartu tersedia, tidak perlu menggunakan komputer, pemasangannya mudah, dan harganya murah. Umumnya dilengkapi dengan baterai cadangan terpasang, sehingga tetap bisa bekerja walaupun listrik mati.

Kekurangan mesin absensi manual adalah membutuhkan banyak kertas dan tinta. Selain itu, hasil rekam absensi harus dihitung secara manual, sehingga membutuhkan waktu lama, apalagi jika jumlah karyawannya banyak.


2. Mesin Absensi Digital dengan Kartu

 
Mesin Absensi Digital dengan Kartu
Mesin Absensi Digital dengan Kartu / www.aet65.com

Mesin ini inovasi dari mesin absensi manual, di mana kartu dari kertas diganti dengan kartu berbahan PVC, jadi kartu lebih tahan lama dan ramah lingkungan. Data kehadiran yang masuk direkam dalam bentuk digital.

Jenis mesin ini dapat dibagi berdasarkan jenis kartu yang dipakai, yaitu kartu magnetik yang menggunakan pita magnetik, kartu mifare yang memakai semi konduktor, kartu proximity yang memanfaatkan teknologi Radio Frequency Identification (RFID), serta kartu yang terdapat tanda barcode.

Kelebihan mesin absensi digital dengan kartu adalah prosesnya yang sangat cepat, terhubung dengan komputer sehingga rekam absensi dapat mudah dibaca dan diolah, serta harganya murah. Cocok untuk perusahaan dengan jumlah pekerja yang banyak. Kapasitas penyimpanan data kartu umumnya bisa sampai 10.000 buah. Khusus kartu berbarcode, dapat dibuat sendiri dengan mencetak gambar barcode pada kertas dengan printer, sehingga pembuatan kartu bisa lebih murah.

Kelemahan alat ini adalah pekerja harus selalu membawa dan menjaga kartu dengan baik. Jika kartu tertinggal, pekerja tidak bisa absen. Kartu magnetik harus dijauhkan dari magnet dan listrik agar sifat magnetnya tidak hilang, sedangkan kartu berbarcode harus jelas bagian garis-garis barcodenya.


3. Mesin Absensi Kata Sandi 

Mesin Absensi Kata Sandi
Mesin Absensi Kata Sandi / www.tech-recipes.com
Cara kerja alat ini adalah dengan memasukkan ID dan kata sandi untuk identifikasi. Keuntungannya pekerja tidak perlu membawa kartu, sehingga mencegah kejadian pekerja tidak bisa absensi karena kartu tertinggal.

Kelemahan mesin absensi ini yaitu waktu input yang tidak terlalu cepat dan kemungkinan pekerja tidak dapat absen akibat lupa ID atau kata sandi.


4. Mesin Absensi Biometrik 

Mesin Absensi Biometrik
Mesin Absensi Biometrik / www.thenextweb.com
Alat pencatat kehadiran ini menggunakan data biometrik atau ciri biologis seperti wajah, iris, atau sidik jari. Bagian tubuh tersebut unik pada setiap orang dan tidak mudah berubah selama hidup. Beberapa produk menggunakan gabungan data biometrik, misalnya wajah dan sidik jari, untuk meningkatkan tingkat kesuksesan identifikasi.

Kelebihan alat ini adalah menggunakan data biometrik yang unik, sehingga bebas dari kemungkinan curang karena pekerja tidak mungkin mewakilkan absensinya kepada orang lain. Proses absensinya cepat dan praktis, karena pekerja tidak perlu membawa kartu.

Kekurangan mesin absensi wajah yaitu harganya mahal, pemasangannya rumit, dan sensornya rawan galat. Mesin absensi wajah peka terhadap perubahan wajah, misalnya ekspresi yang banyak mengubah raut wajah, dandanan yang tebal, serta tumbuhnya kumis atau jenggot. Jika ada perubahan yang signifikan pada wajah, maka data pekerja tersebut harus diperbaharui.

Sedangkan Mesin absensi sidik jari kadang susah menerima data jika tangan kotor atau berkeringat.

Demikian penjelasan tentang alat pencatat kehadiran. Semoga informasi ini bermanfaat, terutama untuk Anda yang berencana membeli mesin absensi untuk keperluan kantor atau ruang kelas.

0 comments:

Post a Comment