Monday, 11 January 2016

Antara Mesin Absensi Sidik Jari dan Mesin Absensi Wajah, Mana yang Lebih Canggih?

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, mesin absensi manual telah berkembang dengan teknologi digital menggunakan biometrik, seperti sidik jari atau bentuk wajah. Hadir dengan berbagai aspek yang berbeda, mesin absensi karyawan ini memiliki keunggulan dan kelemahan yang juga berbeda, yang perlu Anda pertimbangkan saat memilih mesin absensi yang sesuai.


1. Mesin Absensi Fingerprint

Mesin Absensi Fingerprint
Mesin Absensi Fingerprint
Mesin absensi sidik jari adalah salah satu mesin absensi jenis biometrik yang memakai metode pendeteksian melalui sidik jari, untuk mendata kehadiran karyawan. Jenis mesin absensi karyawan ini mulai digunakan sejak 1997.

Aspek Pembeda:

● Perangkat lunak komputer (perhitungan jam kerja dan gaji, pengaturan jam kerja shift, pembuatan laporan, serta akses kontrol)

● Speaker dan microphone tidak terbatas.

● Kapasitas pengguna mencapai ribuan hingga puluhan ribu. Satu orang karyawan bisa menggunakan dua, tiga, atau lima jarinya.

Kelebihan Mesin Absensi Sidik Jari

● Pendataan lebih cepat. Data dapat dengan mudah diolah terintegrasi dengan komputer.

● Penggunaannya praktis dan simpel. Karyawan tinggal menempelkan salah satu jari atau kelima jari tangannya pada monitor mesin absensi.

● Pendataan absensi lebih akurat, dengan menggunakan sidik jari mereka masing-masing, maka akurasi absensi akan terjamin.

● Kapasitas pengguna yang tak terbatas, dapat menampung data sidik jari yang bisa mencapai puluhan ribu, bahkan tak terbatas.

Kekurangan Mesin Absensi Sidik Jari

● Mesin absensi karyawan ini sangat sensitif. Mesin ini cenderung mengalami galat atau proses yang lambat, terlebih jika sidik jari yang sedang dideteksi kotor, basah, atau berkeringat. Pembacaan sidik jari juga bisa tidak dikenali bila kondisi jari berbeda dengan proses registrasi awal.

● Harganya cukup mahal mulai dari Rp1.000.000 - Rp10.000.000,00.

Cara Penggunaan

● Mesin absensi ini memerlukan pendataan sebelum digunakan. Media yang dimasukkan pada sistem adalah sidik jari karyawan serta identitas lain, seperti nama dan nomor pegawai.

● Setelah proses pendataan selesai, karyawan tinggal menempelkan sidik jari pada mesin tersebut. Perangkat lunak yang telah terintegrasi akan memproses data yang masuk, dan bagian HRD bisa memantau hasilnya melalui komputer.

2. Mesin Absensi Biometrik

Mesin Absensi Biometrik

 Mesin Absensi Biometrik

Mesin absensi biometrik merupakan mesin absensi yang memakai sistem biometrik, untuk autentifikasi proses absensi karyawan. Karakteristik yang diidentifikasi memakai sistem biometrik ini bisa berupa sidik jari, bentuk dan karakteristik wajah, mata, dan suara manusia. Dalam mesin absensi wajah ini, mendeteksi karakteristik lewat wajah manusia.

Aspek Pembeda:

● Perangkat lunak komputer (perhitungan jam kerja dan gaji, pengaturan jam kerja shift, pembuatan laporan, serta akses kontrol)

● Infrared (untuk jenis wajah)

● Speaker dan microphone terbatas,

● Kapasitas memori penyimpanan wajah mencapai ratusan hingga ribuan.

Kelebihan Mesin Absensi Wajah

● Pemakaian lebih cepat dan mudah, tingkat akurasi tinggi. Dapat terintegrasi dengan komputer sehingga lebih menghemat waktu untuk pendataan.

● Mesin tanpa listrik, ukurannya kecil.

● Penggunaannya praktis dan simpel. Karyawan dapat mengisi absen dengan cara berdiri di depan mesin absensi. Sistem biometrik pada proses absensi karyawan menggunakan media karakteristik wajah karyawan, sehingga data sangat akurat.

● Kapasitas pengguna yang banyak. Metode pendeteksian karakteristik wajah manusia, kapasitas input penggunanya bisa mencapai ribuan hingga puluhan ribu.

Kekurangan Mesin Absensi Biometrik yaitu:

● Harga cenderung mahal. Kisaran harga mulai dari Rp2.500.000 - Rp10.000.000,00. Dengan teknologi biometrik yang canggih, mesin absensi ini cenderung mahal, disebabkan adanya komponen pendeteksi karakteristik wajah manusia.

● Identifikasi sangat sensitif dan cenderung mengalami galat pada sensor. Misalnya, proses karakteristik wajah yang lamban dan bahkan mesin gagal mengidentifikasi, meskipun karakteristik wajah karyawan telah terdaftar.

Cara Penggunaan

Memasukkan data karakteristik wajah karyawan ke dalam sistem perangkat lunak melalui komputer. Selanjutnya, karyawan mendata kehadirannya dengan cara menunjukkan wajah pada mesin absensi karyawan ini, kemudian data yang masuk ke dalam sistem akan diproses lebih lanjut dengan komputer.

1 comment:

  1. fingerprint untuk siswa agar tidak membolos ada ?

    ReplyDelete