Saturday, 9 January 2016

Definisi dan Keunggulan Metode Biometrik dalam Sistem Keamanan dan Absensi



Sistem pengamanan dan absensi dengan metode digital dianggap sudah tidak andal. Pada sistem digital, user harus memasukkan kata sandi atau PIN yang dianggap tidak efektif, karena ada kemungkinan lupa atau disalahgunakan oleh pihak lain. Saat ini, mesin pengamanan dan absensi yang mulai banyak digunakan adalah mesin dengan metode biometrik.

Biometrik adalah teknik yang dikembangkan dalam sebuah mesin berdasarkan mekanisme, fisik, dan hal-hal yang berhubungan dengan tubuh makhluk hidup. Hal ini meliputi morfologi (bentuk tubuh), fisiologi (zat kimia yang dihasilkan), dan perilaku tiap individu yang berbeda-beda. Dengan teknik ini, user tidak perlu lagi mengingat PIN atau kata sandi, karena dengan sistem biometrik kemungkinan pemalsuan akan sulit, karena setiap manusia memiliki keunikan masing-masing.

Bagian tubuh yang memiliki karakteristik yang digunakan dalam teknik biometrik adalah sidik jari, bentuk wajah, jaringan iris pada mata, telapak tangan, pola suara, keystroke dynamic, dan tanda tangan. Sistem biometrik yang digunakan dalam mesin melalui 3 proses yakni: identifikasi atau pencocokan terhadap beberapa contoh data, verifikasi atau pengecekan kembali, dan autentikasi.

Terdapat 5 langkah utama yang harus dilakukan dalam teknik biometrik, yaitu:

1. Pengambilan data

Pengambilan Data
Pengambilan Data

Proses ini dilakukan dengan menggunakan peralatan yang bisa mengambil data secara digital seperti fingerprint reader, microphone, dan kamera digital.

2. Pengolahan data


Pengolahan Data
Pengolahan Data
Data yang sudah didapat diperbaiki atau dipersiapkan sehingga bisa dipakai untuk proses selanjutnya.

3. Proses ekstrasi 

Proses Ekstrasi
Proses Ekstrasi

Data yang diolah kemudian dipisahkan berdasarkan katagori/kelas tertentu.

4. Pembuatan templat 

 







Pembuatan Templat
Pembuatan Templat
Templat adalah objek yang solid hasil dari proses ekstrasi data.

5. Menyamakan atau mencocokkan templat 

 


Menyamakan atau mencocokkan templat
Menyamakan atau Mencocokkan Templat
Proses ini mengindentifikasi atau mengautentikasi atau mencocokkan perangkat asli milik user/data biometrik asli user dengan templat yang tersimpan dalam basis data. Jika keduanya sama, maka dinyatakan autentik.

Masing-masing teknik biometrik berdasarkan bagian tubuh memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Sampai saat ini, ada beberapa teknik yang sudah diimplementasikan dan ada juga yang masih terus dikembangkan. Penjelasan masing-masing teknik biometrik tersebut adalah:

a. Sidik jari/fingerprint

Metode sidik jari ini dilakukan dengan mencocokkan dua bagian sidik jari yang terpotong tepat di tengah secara vertikal. Pencocokan ini dilakukan dari bawah sampai ke atas. Setengah sidik jari user akan dicocokkan dengan setengah sidik jari dari basis data yang sebelumnya sudah discan dan disimpan. Kecocokan antara sidik jari dengan data di basis data didapat setelah menganalisis bagian puncak dan bawah kedua sidik jari tersebut. Tantangan dari mesin ini adalah membaca sidik jari yang terluka, kering, berminyak, tekanan dan lokasi jari pada mesin fingerprint reader. Kendala teknis tersebut bisa memengaruhi proses identifikasi dan verifikasi.

b. Sistem pengenalan wajah/face recognition/facial patterns

Metode ini dilakukan dengan membandingkan posisi tulang pipi, posisi, dan bentuk mata, mulut, dan hidung. Dari segi keamanan, gagasan dari metode ini satu level di atas fingerprint. Namun, terdapat beberapa kendala identifikasi dengan metode ini, yakni kurangnya pencahayaan dan rotasi dari gambar mulut dan hidung. Sistem ini dianggap kurang cocok diterapkan pada sistem yang ditempatkan di tempat ramai, karena proses pengambilan gambar memakan waktu yang cukup lama, sedangkan banyak objek yang bergerak cepat.

c. Pengenalan jaringan iris pada mata

Iris adalah bagian mata yang berwarna yang mengelilingi pupil. Iris juga menentukan warna mata seseorang. Mata adalah bagian tubuh manusia yang memberikan informasi paling banyak tentang pemiliknya. Pengenalan pada iris lebih murah dan akurat dibanding metode pengenalan retina.

d. Pengenalan suara/voice patterns

Pengenalan suara bertujuan untuk mengetahui siapa yang berbicara. Frekuensi, irama, dan durasi dari pola suara merupakan parameter yang dipakai untuk mengenali pemilik suara. Kendala yang muncul dari metode ini adalah jika user flu/sakit, suara latar belakang, dan posisi mikrofon yang kurang baik. Selain itu, metode ini butuh sistem pelatihan bagi tiap pengguna.

Maka dapat disimpulkan bahwa teknik/metode biometrik adalah sebuah metode identifikasi seseorang berdasarkan keunikan fisik dan karakteristik perilaku, meliputi bentuk dan struktur wajah, sidik jari, iris, dan pola suara. Penggunaan metode ini bisa diaplikasikan pada berbagai sistem terkait keamanan, idetifikasi, dan pendataan.

0 comments:

Post a Comment