Saturday, 26 December 2015

Awal Mula Terciptanya Mesin Sidik Jari

Sidik Jari Adalah Data Biometrik yang Unik

Sidik Jari Adalah Data Biometrik yang Unik
Sidik Jari Adalah Data Biometrik yang Unik / www.lampos.co
Sidik jari atau finger print adalah jejak yang ditinggalkan oleh bagian kulit telapak jari pada manusia dan mamalia. Wujudnya berupa garis-garis lengkungan yang membentuk pola tertentu. Sifatnya detail, tidak berubah sepanjang hidup, dan motifnya unik pada setiap individu. Bahkan kembar identik sekalipun, memiliki sidik jari yang berbeda.

Fakta ini sudah diketahui sejak lama dan ditegaskan oleh banyak ilmuwan. Pada abad ke-13, Rashid-al-Din Hamadani, seorang dokter dari Persia, mengemukakan bahwa tidak ada dua orang yang memiliki sidik jari sama persis. Pada tahun 1788, ahli anatomi Jerman bernama Johann Christoph Andreas Mayer juga menyatakan setiap orang memiliki sidik jari yang khas. Karena alasan tersebut, sidik jari digunakan sebagai data biometrik atau ciri biologis untuk identifikasi.

Penggunaan Sidik Jari Sebagai Alat Identifikasi

Penggunaan Sidik Jari Sebagai Alat Identifikasi
Penggunaan Sidik Jari Sebagai Alat Identifikasi / www.abdurrahman-nfbs.blogspot.com

Manusia purba, bangsa Babilonia, serta para pedagang dari Tiongkok dan Mesir diperkirakan sudah menggunakan sidik jari sebagai tanda pengenal. Buktinya adalah peninggalan sejarah yang di dalamnya terdapat cap sidik jari. Namun penggunaannya belum berdasarkan ilmiah dan terstruktur.

Pada tahun 1858, William James Herschel, orang Inggris yang bekerja di East India Company di India, mengaplikasikan sidik tangan dan jari sebagai alat identifikasi secara sistematis untuk pertama kali. Ia menyuruh pekerja melampirkan cap sidik tangan dan jari di belakang kontrak kerja agar uang pensiun pekerja tidak diambil oleh orang lain.

Pada tahun 1892, seorang ilmuwan Inggris, Francis Galton, melakukan penelitian secara ilmiah dan kembali menegaskan bahwa sidik jari bersifat unik. Ia juga mengembangkan sistem klasifikasi sidik jari.

Pada tahun 1896, seorang polisi Inggris bernama Edward Henry dan bawahannya yang bernama Azizul Haque, membuat sistem klasifikasi sidik jari agar data tersebut lebih mudah disimpan dan dicari. Sistem klasifikasi itu dikenal sebagai Sistem Klasifikasi Henry, dan banyak dipakai hingga sekarang. Sejak saat itu, sidik jari mulai digunakan di seluruh dunia, terutama di bidang forensik.

Penjara negeri New York di Amerika mulai menggunakan sidik jari untuk mengidentifikasi kriminal pada tahun 1903. Setelah itu penggunaan sidik jari meluas ke seluruh Amerika dan ditangani oleh Federal Bureau of Investigation (FBI) pada tahun 1924.

Sebelumnya, gambar sidik jari disimpan manual pada lembaran kertas, tetapi sekitar tahun 1990-an, sidik jari mulai dipindai secara otomatis dan disimpan dalam bentuk digital di komputer. Dengan demikian, data sidik jari jadi lebih mudah dideteksi dan dicari. Teknologi inilah yang mengawali munculnya alat identifikasi dengan sidik jari untuk keamanan dan mesin absensi sidik jari.


Perkembangan Mesin Absensi Sidik Jari

Perkembangan Mesin Absensi Sidik Jari
Perkembangnan Mesin Absensi Sidik Jari / www.ratanika.com
Mesin absensi pertama dikenal sebagai Mesin Bundy atau mesin absensi kartu. Setiap akan mulai kerja, pekerja memasukkan kartu miliknya ke celah yang terdapat pada mesin absensi tersebut sehingga tercetak tanggal serta waktu saat itu. Mesin absensi kartu cukup cepat, tetapi boros kertas dan tinta. Guna mengatasi hal tersebut, dibuatlah mesin absensi digital yang menggunakan barcode, kartu magnetik, atau kata sandi.

Mesin absensi digital sangat efisien, tapi masih rawan terhadap kecurangan. Pekerja yang terlambat atau tidak masuk kerja bisa menitip absen pada rekannya. Dengan alasan ini, data biometrik, seperti sidik jari, digunakan pada mesin absensi sehingga pekerja tidak bisa mewakilkan catatan kehadirannya pada orang lain.

Mesin absensi sidik jari awalnya menggunakan menggunakan sensor cahaya. Seiring berkembangnya teknologi, mesin absensi sidik jari juga menggunakan berbagai jenis sensor lainnya, seperti ultrasonik dan panas.

Mesin Absensi Sidik Jari Saat Ini

Mesin Absensi Sidik Jari Saat Ini
Mesin Absensi Sidik Jari Saat Ini / www.indotrading.com
Mesin absensi sidik jari mengalami perkembangan pesat, baik dari segi perangkat keras yang semakin peka, maupun perangkat lunak yang algoritmanya yang semakin baik. Kini, alat tersebut dapat mendeteksi dengan cepat, rata-rata sekitar 3 detik, dengan tingkat kesuksesan sampai dengan 90 persen. Basis data untuk menampung jumlah sidik jari dan rekam absensi juga semakin besar.

Alat yang yang menarik dan bermanfaat, bukan? Apakah Anda tertarik memanfaatkan teknologi mesin absensi sidik jari ini untuk kantor Anda?

0 comments:

Post a Comment